Jar Garia, Mafiaterkini- Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru dibawah kepemimpinan Bupati Timotius Kaidel dan Wakil Bupati Drs. Muhammad Djumpa terus menghadirkan terobosan inovasi pelayanan publik.
Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Aru, pemerintah daerah resmi memberlakukan tiga trayek baru angkutan umum dalam Kota Dobo mulai Selasa, 19 Oktober 2026.
Langkah strategis ini menyasar kawasan permukiman dan fasilitas umum yang selama ini belum terjangkau layanan angkutan umum reguler, seperti kawasan Wara, Perumahan Rakyat, Cabang 4, hingga area kampus.
Tujuan utamanya adalah untuk menekan biaya transportasi masyarakat secara signifikan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Aru, Benony Liesal, menyatakan optimismenya bahwa pengoperasian trayek baru ini akan berjalan efektif dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.
“Maksud dari pembuatan trayek ini adalah untuk melayani masyarakat di wilayah yang selama ini belum terjangkau, seperti Wara, Perumahan Rakyat, Cabang 4, hingga area kampus. Dengan hadirnya trayek reguler ini, masyarakat yang biasanya naik ojek dengan tarif Rp10.000 kini bisa berhemat dengan menggunakan angkutan umum seharga Rp5.000. Itu tujuan utamanya,” ujar Benony saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2026).
Guna memastikan kebijakan baru ini berjalan lancar, Dishub Kepulauan Aru telah melakukan serangkaian sosialisasi bertahap hingga ke tingkat RT serta menggelar dialog intensif bersama para pemilik kendaraan angkutan umum.
“Untuk Perumahan Rakyat sudah kami sampaikan ke ketua RT setempat, dan staf kami juga melanjutkan sosialisasi ke wilayah Wara agar warga mengetahui angkutan mulai beroperasi minggu depan,” jelaskan Benony.
“Kami juga, lanjutnya, menggelar rapat bersama para pengusaha angkutan sebanyak tiga kali. Setelah dua kali belum menemukan titik temu, pada rapat ketiga akhirnya tercapai kesepakatan dan para pengusaha menerima regulasi baru ini,” tambahnya.
Berdasarkan pendataan Dishub, saat ini tercatat ada 107 unit angkutan umum di Kota Dobo, dengan sekitar 70 hingga 80 unit dalam kondisi aktif beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap perbaikan.
Untuk menjamin ketertiban dan kemudahan bagi penumpang, setiap angkutan umum akan ditempeli label khusus sesuai kode rutenya serta stiker izin operasi resmi dari Dinas Perhubungan.
Berikut adalah rincian tiga trayek baru yang diberlakukan:
1.Kode A: Pelabuhan – Rombengan – Bambu Kuning – Tugu Cendrawasih – Sipur/Marbali (jika ada) – Puncak – Cabang 4 – Hotel Apex – Kampus Unpatti – SMA N 1 – Cabang 4 – Perkantoran – RSUD Cendrawasih (PP). (Rute ini tidak masuk ke kawasan Wara/Dewan Lama).
2.Kode B: Pelabuhan – Rombengan – Bambu Kuning – Tugu Cendrawasih – Sipur/Marbali (jika ada) – Puncak – Perkantoran – RSUD Cendrawasih (PP). (Rute ini tidak masuk ke Wara/Dewan Lama dan Cabang 4).
3.Kode C: Pelabuhan – Dok – Radio Pata – SMP N 1 – Wara – Perkantoran – Perumahan Rakyat – Pengadilan – Penginapan Revans – RSUD Cendrawasih (PP).
Khusus untuk Trayek C, Dishub menerapkan sistem rotasi yang adil agar tidak ada pihak yang dirugikan. Setiap minggunya, sebanyak 5 unit armada akan digilir secara bergantian untuk melayani rute Wara dan Perumahan Rakyat.
“Awalnya ada kekhawatiran dari pengusaha terkait ketersediaan penumpang. Namun, kami beri pemahaman bahwa dalam 1–2 bulan masa penyesuaian, masyarakat akan terbiasa. Ketika warga sudah tahu ada angkutan reguler, mereka pasti memilih opsi yang lebih ekonomis,” terang Kadishub.
Menutup keterangannya, Benony mengimbau seluruh masyarakat Kota Dobo untuk memanfaatkan layanan angkutan umum bersubsidi rute baru ini.
Di saat yang sama, ia mengingatkan para sopir dan pengemudi angkutan umum untuk selalu mematuhi jalur lintasan yang telah ditetapkan demi kenyamanan dan ketertiban bersama. (Mafiaterkini-BT)









