Supiori, Mafiaterkini- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRK) Supiori menggelar Kunjungan Kerja (Kungker) ke lapangan guna memantau secara langsung progres pembangunan sejumlah Program Strategis Nasional di wilayah Kabupaten Supiori.
Beberapa titik fokus pengawasan dalam Kunjungan Kerja kali ini meliputi pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta Kampung Nelayan Merah Putih.
Tim Kungker DPRK Supiori terdiri dari 4 orang yaitu, Robert Adokor (Ketua Tim), dan tiga orang anggota lainnya yaitu, Skson Wanma, S.Hut, Ferdinand F. Kafiar, dan Alberth H. Rumbewas
Salah satu Anggota tim kungker, Ferdinand F. Kafiar, menjelaskan bahwa peninjauan ini krusial untuk mengecek sejauh mana realisasi program-program nasional yang dikerjakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Supiori. “Ini perlu kita lihat sama-sama, apakah yang direncanakan ini sudah berjalan atau tidak. Persoalannya, pemerintahan kita sudah berjalan dua tahun ini, tetapi apakah Program Nasional kita sudah jalan atau belum? Karena program ini harus selesai dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” Ujar Ferdinand.
Pimpinan dan Anggota DPRK Supiori menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal dan mendukung penuh program kerja pihak eksekutif (Bupati dan Wakil Bupati) yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di 38 kampung dan 5 distrik se-Kabupaten Supiori.
Langkah tegas DPRK Supiori ini dipicu oleh ditemukannya indikasi kendala di lapangan, khususnya pada proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dan Dapur MBG yang mengalami hambatan progres.
Ketua Tim Kungker DPRK Supiori dari Partai Hanura, Roberth Adokor, menyampaikan bahwa peninjauan langsung ini bertujuan untuk melakukan klarifikasi serta mencari akar penyebab macetnya proyek-proyek vital tersebut. “Akibat kendala ini, kami turun untuk melakukan cross-check langsung. Misalnya Dapur MBG, ada beberapa titik yang pembangunannya macet. Begitu pula dengan Koperasi Desa Merah Putih, kami akan turun untuk memastikan apa penyebab pembangunannya terhambat,” Tegas Roberth.
Sebagai tindak lanjut dari hasil temuan di lapangan, DPRK Supiori berencana memanggil jajaran Pemerintah Daerah, khususnya dinas-dinas teknis terkait, guna memberikan penjelasan resmi. “Berdasarkan Kungker ini, kami menginventarisasi kendala-kendala di lapangan dan akan meminta penjelasan kepada Pemerintah Daerah, terutama dinas terkait menyangkut Dapur MBG, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Kampung Nelayan Merah Putih. Kami akan meminta klarifikasi menyeluruh soal ini,” Pungkas Roberth. (Mafiaterkini-Tim)















Semoga berjalan dengan lancar dan aman2 terkendali