Wetang Rumahlewang Besar, Mafiaterkini- Perbedaan jarak geografis tidak menjadi halangan bagi umat untuk terus mempererat tali persaudaraan dalam kasih Tuhan. Hal ini tercermin dalam kegiatan Wisata Rohani yang digelar bersama oleh Wadah Pelayanan Perempuan Jemaat GPM Lamerang Klasis Pulau-pulau Aru, bersama Wadah Pelayanan Perempuan Jemaat GPM Rumahlewang Besar Klasis Pulau-pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Kegiatan ini bukan sekadar rekreasi biasa, melainkan momentum berharga bagi jemaat untuk berkumpul dalam satu keimanan.
Rombongan peserta Wisata Keesaan bertolak dari Dobo menggunakan KM Sabuk Nusantara 60 pada 21 Oktober 2026 dan tiba dengan selamat di Jemaat GPM Rumahlewang Besar pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Rumahlewang Besar Pdt. N. Wariela, Kepala Desa Rumahlewang Besar Frederik Rumahlewang, serta Kapospol Pulau Wetang Bripka Hendro Relmasira.
Usai prosesi penjemputan, kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Minggu sekaligus Ibadah Pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. J. Selano, S.Si Teol. Kegiatan yang berlangsung penuh sukacita di Gedung Gereja Jemaat GPM Rumahlewang Besar, Minggu (25/10/2026).
Turut hadir dalam ibadah pembukaan tersebut: Penatua Rulan Watremni (Mewakili Ketua Klasis Pulau-Pulau Babar / MPK Klasis P.P. Babar). Pdt. N. Wariela (KMJ GPM Rumahlewang Besar). Pdt. J. Selano (KMJ GPM Lamerang). Frederik Rumahlewang (Kepala Desa Rumahlewang Besar). Bripka Hendro Relmasira (Kapospol Pulau Wetang)
Persekutuan Iman yang Melampaui Batas Geografis
Dalam arahannya, Anggota Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau-Pulau Babar, Penatua Rulan Watremni, menegaskan bahwa Wisata Keesaan atau Koinonia bukan sekadar ajang persahabatan atau kegiatan sosial belaka, melainkan wujud nyata persekutuan orang percaya.
“Koinonia atau Wisata Keesaan pertama-tama terwujud dalam persekutuan umat dengan Allah melalui Yesus Kristus dan Roh Kudus. Selain itu, kegiatan ini mencakup persatuan dan kesatuan anggota gereja untuk saling berbagi, sebagaimana gambaran persekutuan jemaat mula-mula dalam Kitab Kisah Para Rasul yang bersekutu, hidup saling berbagi, dan berdoa bersama,” tegas Penatua Rulan Watremni.
Ia menambahkan bahwa Koinonia mencerminkan umat Kristiani di seluruh dunia yang bersatu dalam iman, harapan, dan kasih. Arahannya diakhiri dengan pembukaan kegiatan Wisata Keesaan secara resmi yang ditandai dengan pemukulan Tifa.

Apresiasi dari Pemerintah Desa
Sementara itu, Kepala Desa Rumahlewang Besar, Frederik Rumahlewang, atas nama Pemerintah Desa menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas program pelayanan Wadah Perempuan Jemaat GPM Lamerang ini.
Sebagai kepala Desa, Frederik sangat bersyukur kepada Tuhan yang punya hidup ini, karena melalui kegiatan ini, Tuhan mempertemukan orang basudara, Ina Nara, Ama Yali di tanah kita Pulau Wetang.
“Kami mengucap syukur kepada Tuhan Sang Pemilik Hidup, karena atas perkenaan-Nya kita boleh berjumpa kembali sebagai Ina Nara, Ama Yali di tanah kita, tanah Papra Lewni, No Wetna Ray Wetna di Tanah Rilma Wonera Rumahlewang Besar. Tantangan geografis yang sulit tidak menjadi penghalang bagi kita untuk berjumpa sebagai orang basudara penuh sukacita di dalam kasih Tuhan,” ujar Frederik Rumahlewang.
Perempuan GPM: Pilar Pembentuk Kualitas Iman
Ketua Majelis Jemaat GPM Rumahlewang Besar, Pdt. N. Wariela, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan rasa syukur yang mendalam atas perjumpaan iman ini. Menurutnya, kehadiran rombongan dari Lamerang merupakan sebuah siaran Iman dan Panggilan Pelayanan sebagai bagian dari keluarga besar Gereja Protestan Maluku.
“Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa kita adalah satu tubuh di dalam Kristus. Meskipun terpisah jarak dan tantangan geografis antara Klasis Pulau-Pulau Aru dan Klasis Pulau-Pulau Babar, hal itu bukanlah halangan. Tuhan mengizinkan kita berjumpa sebagai perempuan-perempuan gereja yang tangguh,” ungkap Pdt. N. Wariela.
Pdt. Wariela juga mengingatkan kembali pesan dalam Mars Perempuan GPM mengenai sembilan poin tanggung jawab perempuan gereja, salah satunya sebagai pemberita firman dan pendamping suami.
“Perempuan GPM adalah pilar pembentuk kualitas iman keluarga dan jemaat. Melalui perjumpaan ini, kita berharap Ibu-ibu dari kedua jemaat semakin kuat menghadapi tantangan zaman dan kompleksitas pelayanan. Dengan hati yang tulus kita ‘baku dapa’ dan ‘baku kele’ untuk terus tekun, setia, dan menjadi penerus generasi,” Tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Pdt. N. Wariela menegaskan bahwa seluruh pelayan dan jemaat GPM Rumahlewang Besar membuka pintu hati seluas-luasnya untuk menerima kehadiran rombongan Jemaat GPM Lamerang dalam berproses bersama pada kegiatan wisata iman ini. (Mafiaterkini-MS)













