Jar Garia, Mafiaterkini- Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menekankan pentingnya deteksi dini penyakit melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Penekanan ini disampaikan saat membuka pencanangan CKG serentak sekaligus edukasi layanan kesehatan bagi penderita hipertensi dalam rangka menyongsong Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Cafe Gospel, Dobo, Rabu (21/10/2026).
Pencanangan CKG ini dilaksanakan serentak di 11 kabupaten/kota se-Provinsi Maluku menyambut HKN yang diperingati pada 12 November 2026 mendatang. Khusus di Kabupaten Kepulauan Aru, program pemeriksaan akan digencarkan secara masif di 30 Puskesmas agar menjangkau seluruh masyarakat desa dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Bupati mengutarakan data memprihatinkan terkait kondisi kesehatan masyarakat setempat. Berdasarkan data *Satu Sehat Indonesia* hingga September 2026, dari 5.636 warga Kepulauan Aru yang diperiksa, sebanyak 1.344 orang terdiagnosis hipertensi.
“Berarti ada 25 persen warga baru yang hari ini darah tinggi. Mengapa deteksi ini sangat penting? Banyak penderita yang tidak menyadari kondisinya karena hipertensi kerap hadir tanpa gejala awal. Jika dibiarkan tanpa penanganan, ini bisa memicu komplikasi fatal seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal,” tegas Kaidel.
Ia juga menambahkan bahwa kesehatan merupakan hak dasar masyarakat sekaligus investasi vital untuk mendorong pembangunan ekonomi daerah. “Jadi kalau orang tidak sehat, ekonomi nanti tidak jalan” tambahnya.
Program CKG ini berjalan selaras dengan 8 Misi Asta Cita Presiden 2024–2029 sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Kementerian Kesehatan. Memasuki tahun keduanya pada tahun 2026, CKG difokuskan pada pelayanan komprehensif, Pengobatan Gratis 15 Hari Pertama diberikan langsung bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan dari hasil skrining.
Pasien hipertensi dan diabetes hasil pemeriksaan dapat langsung menerima obat di Puskesmas pada hari yang sama.
Penanganan lanjutan dijamin bagi peserta aktif BPJS Kesehatan. Bagi warga yang belum terdaftar, pihak Pemda akan segera membantu proses kepesertaannya.
Ketua Penyelenggara sekaligus Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru, Hubertina Jamco, S.Kep, memaparkan bahwa kegiatan satu hari ini diikuti oleh 112 peserta CKG dan 112 peserta edukasi hipertensi.
Langkah pencegahan berkala dinilai sangat krusial mengingat data Kemenkes mencatat adanya sekitar 1 juta kasus baru hipertensi di Indonesia pada peserta yang tahun sebelumnya dinyatakan sehat.
Kegiatan edukasi ini menghadirkan narasumber ahli, yakni:
1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
2. Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru.
3. Dokter Tata Laksana Stroke.
Materi yang dibahas meliputi skrining hipertensi via CKG, sosialisasi pengendalian darah tinggi, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) terintegrasi BPJS, hingga penggunaan kartu bantu pemantauan hipertensi terkendali.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat, antara lain, Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohammad Djumpa. Wakapolres Kepulauan Aru & Danramil Dobo. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru. Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru & Ketua TP PKK Kecamatan. Sekretaris Klasis. Para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kepulauan Aru.
Melalui komitmen bersama ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru berharap partisipasi aktif masyarakat untuk rutin melakukan cek kesehatan berkala demi mewujudkan masyarakat Aru yang sehat dan produktif. (Mafiaterkini-BT)










