Jar Garia, Mafiaterkini- Bupati bersama 15 anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah desa di Kecamatan Aru Selatan, meliputi Desa Kalar-Kalar, Desa Djerol, Desa Popjetur, dan Desa Marfenfen.
Juru Bicara Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Johan Karams, S.AN, menyampaikan bahwa agenda kunjungan Kerja Bupati Aru kali ini dengan Tema “Masyarakat Adat Bacerita Bangun Aru” dan berfokus pada dua hal utama yaitu pelaksanaan pra-Musyawarah Adat penetapan batas wilayah desa dan penyampaian program strategis pembangunan daerah.
Dalam keterangannya, Karams menjelaskan rincian dari dua agenda utama kunjungan Bupati tersebut, bahwa dalam rangka penyelesaian batas wilayah adat, Langkah pra-Musyawarah Adat menjadi tahapan krusial untuk menyelesaikan serta menetapkan batas wilayah antar-desa berbasis hukum dan tradisi adat setempat.
Agenda ke-dua adalah Sosialisasi Program Strategis & Investasi, dimana bupati dapat Menyampaikan rencana pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk rencana masuknya program investasi dan pembangunan infrastruktur jalan. “Kunjungan Bupati kemarin terkait dengan program-program strategis pembangunan di Kepulauan Aru, seperti masalah pembangunan jalan, investasi, dan yang terutama adalah pelaksanaan pra-Musyawarah Adat Penetapan Batas Wilayah Desa,” ujar Johan Karams.

Menanggapi masuknya wacana investasi, Johan menegaskan bahwa sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, bukan bentuk pemaksaan ataupun sekadar formalitas meminta persetujuan warga. Tetapi Pemkab Aru berkomitmen menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama yang memegang peranan penting dalam setiap dinamika pembangunan. Melalui pendekatan ini, ruang dialog dibuka lebar agar warga dapat memberikan masukan, pandangan, hingga pertimbangan kritis.
“Jadi kunjungan Bupati ke Aru Selatan itu bukan untuk menyampaikan bahwa kita mau ada investasi lalu bertanya apakah masyarakat terima atau tidak. Bukan begitu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyerap pikiran-pikiran dan aspirasi masyarakat adat terkait program-program strategis yang akan dibangun. Membuka ruang bagi masyarakat adat mengambil peran dalam proses pembangunan,” Tegas Johan.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan sinergi dan keterikatan antara pemerintah daerah dan masyarakat adat di Aru Selatan semakin kuat, sehingga setiap kebijakan maupun program pembangunan yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan nyata warga setempat. (Maf-MS)





