Supiori, Mafiaterkini- Jemaat GKI Imanuel Nyiben, Klasis Supiori Utara, menggelar ibadah syukuran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gedung Gereja yang ke-22 tahun dengan meriah dan penuh sukacita.
Kegiatan berpusat di pantai Waryawe Nyiben Kampung Wafor, Distrik supiuori Timur, Kabupaten Supiori- PapuaKegiatan puncak ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Kepala Distrik Supiori Barat, Morens Rumbekwan, S.IP; Gembala GBGP mewakili denominasi gereja, Pdt. Yason Imbab, S.Th.; Gembala Jemaat GBGP, Pdt. Arius Makis; serta Sekretaris Panitia HUT, Ben-Hur Rumaseuw, S.IP.Ketua Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKI Imanuel Nyiben, Pdt. Noak W. Mambobo, S.Si.Teol., menyampaikan bahwa momentum peringatan ini menjadi sarana menguatkan iman seluruh warga jemaat di tengah berbagai pergumulan pelayanan.
“Saya bertugas di sini terhitung sejak tanggal 6 Juni 2026, baru sekitar tiga bulan melayani di jemaat ini. Visi-misi GKI adalah tetap menggembalakan kawanan domba Allah dalam situasi apa pun. Walaupun berada dalam situasi efisiensi, iman kita tidak boleh efisiensi. Selama Tuhan dipihak kita, Pasti Tuhan berikan jalan keluar,” ujar Pdt. Noak W. Mambobo.
Menyongsong puncak syukuran, berbagai perlombaan dan pembinaan pemuda telah dilaksanakan, diantaranya adalah Pertandingan gawang mini putra/putri dan bola voli putra/putri. Lomba Cerdas Cermat Alkitab (CCA), Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), seminar sehari tentang “Siapa Diri Saya Sebagai Pemuda Menghadapi Tantangan Zaman”, pelatihan public speaking, hingga praktik liturgi GKI se-Tanah Papua.
Ibadah puncak HUT dipimpin oleh Pdt. Noak Wambobo dengan sorotan tema Mazmur 133:1-3, “Persaudaraan yang Rukun”, serta subtema, “Dengan adanya Hut Gedung Gereja yang ke-22 tahun, kami jadikan Persaudaraan yang rukun ini sebagai langkah awal lewat karya dan kata untuk menjalankan visi misi Gereja lewat tri panggilan gereja yaitu Bersaksi, Bersekutu dan melayani Tuhan.

Fokus Pembangunan Gedung Gereja BaruDi samping syukuran, Pdt. Noak dalam menghadapi Pembangunan Gedung Gereja yang baru, menjelaskan bahwa fokus utama jemaat saat ini adalah melanjutkan pembangunan gedung gereja baru. Tahapan pembangunan fondasi awal telah berhasil diselesaikan, dan jemaat kini bersiap memasuki tahapan selanjutnya.
Mengingat kondisi mayoritas warga jemaat yang berprofesi sebagai petani dan nelayan, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. Namun, Pdt. Noak menekankan pentingnya transparansi atau keterbukaan keuangan serta kerja sama yang harmonis antara tiga tungku yang punya peran yaitu, Gereja, Adat, dan Pemerintah.
Pdt. Noak berharap sebelum masa tugasnya berakhir, pembangunan gedung gereja baru sudah harus selesai dengan mengndalkan Tuhan sebagai kepala Gereja. “Kepala Gereja adalah Tuhan sendiri, dan kita adalah alat-alat-Nya. Prinsip kami adalah Ora et Labora (berdoa dan bekerja). Harapan saya sebelum masa tugas saya berakhir di sini, pembangunan gedung gereja baru sudah harus selesai,” Harapnya.
Pdt. Noak juga menaruh harapan besar kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Supiori di bawah kepemimpinan Bupati saat ini untuk dapat memberikan dukungan dan bantuan kemitraan dalam proses penyelesaian pembangunan gedung gereja baru tersebut. (Mafiaterkini-Tim)












