Jar Garia, Mafiaterkini- Kepala Desa (Kades) Algadang, kecamatan Aru Tengah Benjina Mansur Lefuy, memberikan klarifikasi tegas terkait isu pembangunan asrama desa untuk anak-anak sekolah. Ia menegaskan bahwa proyek pembangunan asrama tersebut sama sekali tidak ada dalam program realisasi desa karena terkendala masalah penganggaran.
Mansur menjelaskan bahwa rencana pembangunan asrama tersebut memang sempat menjadi bagian dari rencana visi misinya saat mencalonkan diri sebagai kepala desa pada tahun 2016 lalu. Saat itu, ia memproyeksikan pembangunan dua unit asrama desa yang diperuntukkan bagi pelajar/anak sekolah asal Desa Algadang yaitu, Satu unit berlokasi di Kecamatan Aru Tengah, Benjina, dan Satu unit lainnya berlokasi di Kota Dobo.
Namun, rencana tersebut tidak dapat dieksekusi karena tidak adanya alokasi anggaran yang masuk ke dalam program kerja desa. “Memang itu rencana awal saya saat mencalonkan diri tahun 2016 untuk anak-anak sekolah. Tetapi pembangunan itu tidak jadi karena belum dianggarkan. Kalau tidak dianggarkan, kita mau bangun pakai anggaran dari mana?” Ujar Mansur.
Menampik kecurigaan miring warga desa Algadang, mengenai adanya anggaran yang disembunyikan atau disalahgunakan, Mansur memastikan bahwa seluruh sistem keuangan desa berjalan dengan transparan dan siap dipertanggungjawabkan. Ia menekankan bahwa setiap program yang memiliki anggaran pasti akan terdeteksi oleh pihak pemeriksa (auditor).
Menurut Mansur, jika anggaran tersebut ada namun disembunyikan, hal itu pasti akan langsung ketahuan saat pemeriksaan instansi berwenang.
Oleh karena itu, menurut Mansur, pihak-pihak yang meragukan pernyataannya bisa dapat memeriksa langsung dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB-Des) Algadang dari tahun 2016 sampai 2025. “Jadi untuk program pembangunan asrama desa itu memang tidak ada, karena belum dianggarkan. Kalau tidak percaya, silakan diperiksa langsung di APB-Des mulai dari tahun 2016 sampai sekarang,” Pungkasnya menutup klarifikasi. (Maf-MS)





