Jar Garia, Mafiaterkini- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Aru bergerak cepat menghentikan aktivitas penambangan galian C berupa pengambilan pasir di kawasan pesisir Dusun Lamerang, Desa Wokam, Kecamatan Pulau-Pulau Aru. Langkah tegas ini diambil usai DLH menerima laporan pengaduan langsung dari warga setempat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kepulauan Aru, Fance Geovani Lololuan, S.H., M.H., membenarkan adanya penindakan tersebut. Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, petugas menemukan aktivitas penambangan pasir pesisir yang dilakukan oleh pihak kontraktor proyek pembangunan di Pulau Wokam.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah menyampaikan laporan. Setelah menerima pengaduan, kami langsung bergerak ke lokasi dan mengecek kondisi di lapangan. Ternyata memang ada aktivitas penggalian pasir oleh kontraktor yang menangani pekerjaan di sana,” ujar Fance saat ditemui di ruang kerjanya.
Mendapati temuan tersebut, pihak DLH langsung memberikan edukasi dan mengarahkan kontraktor agar segera menghentikan penggunaan material pasir lokal dari kawasan pesisir. Tak hanya itu, kontraktor juga diwajibkan mengembalikan seluruh material yang sempat diangkut.
Dari total delapan truk pasir yang telah diambil, sebanyak dua truk sudah berhasil dikembalikan ke lokasi semula. Proses pengembalian sisa material akan terus dipantau secara berkala oleh tim DLH.
Fance menegaskan bahwa pengerukan pasir pesisir secara masif sangat berbahaya karena memicu kerusakan lingkungan dan menghilangkan benteng alami masyarakat dari ancaman abrasi pantai.
“Kalau pasir diambil terus-menerus, lokasi tersebut bisa rusak. Apalagi titik pengambilannya berada dekat dengan kawasan pesisir. Karena itu, lingkungan harus kita perhatikan bersama,” tegasnya.
Respons positif ditunjukkan oleh pihak kontraktor yang kini telah menghentikan penambangan lokal dan memilih mendatangkan material dari luar daerah.
Meski begitu, DLH Kepulauan Aru berkomitmen untuk tetap mengawasi lokasi tersebut guna memastikan kelestarian kawasan pesisir Lamerang tetap terjaga demi keberlangsungan generasi mendatang. (Maf-BT)











