Jar Garia, Mafiaterkini- Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kepulauan Aru mengimbau seluruh elemen masyarakat, orang tua, pihak sekolah, hingga pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperketat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Aru. Penegasan tersebut disampaikan oleh Koordinator BGN Wilayah Kepulauan Aru, Jordan Samloy, usai menggelar pertemuan evaluasi dan pengawasan MBG bersama pihak SD Negeri 6 Dobo pada Senin (24/8/2026).
Jordan menekankan bahwa keselamatan serta kesehatan anak-anak merupakan prioritas utama. Ia mengimbau para orang tua agar melarang anak membawa pulang makanan MBG karena adanya batas waktu konsumsi (masa kedaluwarsa). “Orang tua harus sama-sama mengawasi dan mengingatkan anak agar makanan tidak dibawa pulang karena ada masa kedaluwarsanya. Anak-anak juga perlu diberikan edukasi tentang gizi, termasuk membiasakan mereka mengonsumsi sayur,” ujar Jordan.
Terkait kekhawatiran kualitas makanan, ia meminta pihak sekolah dan orang tua tidak berspekulasi jika menemukan indikasi penurunan kualitas, melainkan segera menyerahkan sampel ke pihak SPPG untuk diteliti. “Tidak ada satu orang pun yang setuju kalau makanan MBG sampai menyebabkan keracunan. Kita sama-sama menghindari hal itu. Walaupun kejadian Jumat lalu tidak terjadi keracunan, kita tetap mencoba mencegah. Ini bentuk kehati-hatian kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jordan turut menyampaikan permohonan maaf dari pimpinan BGN atas ketidaknyamanan yang terjadi pada pelaksanaan MBG Jumat lalu, sekaligus memberikan apresiasi kepada sekolah dan Person in Charge (PIC) atas kolaborasi pengawasan yang telah berjalan.
Lebih lanjut, Jordan mengingatkan bahwa Kepulauan Aru saat ini baru memiliki dua dapur MBG. Penghentian operasional salah satu dapur tidak hanya merugikan hak gizi anak, tetapi juga berdampak langsung pada rantai perekonomian di daerah, seperti hilangnya sumber penghasilan utama dari pekerja dapur, dan terputusnya penyerapan pasokan bahan pangan local dari petani dan Nelayan seperti sayur dan ikan.
Pihak SD Negeri 6 Dobo menyambut positif transparansi dan langkah evaluasi cepat dari BGN. Selain membantu mencukupi kebutuhan gizi, program MBG terbukti meningkatkan motivasi belajar para siswa di sekolah.
Melalui sinergi dan komunikasi terbuka antara BGN, SPPG, pihak sekolah, dan orang tua, pelaksanaan program MBG di Kepulauan Aru diharapkan dapat terus berlangsung aman, berkualitas, serta memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. (Maf-BT)











