Supiori, Mafiaterkini- Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Supiori menuai sorotan tajam terkait transparansi dan tata kelola kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Supiori. Lembaga ini diduga kuat melanggar aturan dalam proses seleksi CPNS dan PPPK tahun 2024, hingga disinyalir melakukan pelanggaran prosedur dalam pengangkatan jabatan eselon.
Dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) menguat setelah ditemukannya kejanggalan pada hasil akhir seleksi CASN 2024. Sejumlah peserta yang meraih nilai tinggi dinyatakan tidak lulus, sementara peserta dengan nilai terendah justru melenggang lulus seleksi.
Selain masalah kelulusan, seluruh tahapan penerimaan pegawai, mulai dari pengumuman pembukaan hingga pengumuman hasil akhir, dinilai tidak transparan dan berjalan tanpa koordinasi serta arahan dari pimpinan daerah, baik Bupati maupun Wakil Bupati Kabupaten Supiori. BKPSDA Supiori disinyalir telah membuat aturan sendiri yang bertentangan dengan regulasi seleksi CASN yang berlaku secara nasional.
Tak hanya pada proses CASN, penataan birokrasi di internal Pemkab Supiori juga terindikasi sarat pelanggaran berat. Pengangkatan dan penempatan aparatur sipil negara (ASN) dalam jabatan eselon diduga kuat tidak sesuai prosedur.
Ditemukan indikasi ada ASN bergolongan II/d dan III/a diangkat menduduki jabatan Eselon IV, padahal secara ketentuan jabatan tersebut wajib diisi oleh ASN minimal golongan III/b.
Kemudian Pengisian jabatan Eselon III mengabaikan kepemilikan sertifikat Diklat PIM 4 sebagai syarat wajib. Begitu pula untuk posisi Kepala Dinas (Eselon II) yang seharusnya mensyaratkan kelulusan Diklat PIM 3.
Wartawan Dihalangi Menjalankan Tugas Peliputan
Saat upaya konfirmasi dilakukan untuk mengklarifikasi temuan data dan informasi tersebut, pihak BKPSDA Supiori justru terkesan menutupi akses informasi publik.
Kepala Bidang di BKPSDA Kabupaten Supiori, Linder Mansoben, secara langsung menghalangi wartawan yang hendak menemui Kepala BKPSDA Supiori, Ani Yawan. Tindakan penghalangan terhadap tugas jurnalistik ini menguatkan dugaan adanya hal yang disembunyikan terkait berbagai kejanggalan di internal BKPSDA Supiori. (Mafiaterkini-FP)











