Jar Garia, Mafiaterkini- Masalah konektivitas dan kelancaran transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Aru hingga kini masih menjadi salah satu keluhan utama masyarakat setempat.
Mengatasi hal tersebut, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo, Ruswan Wusurwut, SE mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan sejumlah langkah strategis, termasuk penambahan frekuensi pelayaran dan persiapan kuota khusus untuk angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027.
Dalam keterangannya, Ruswan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan jajaran Eselon I, keluhan utama warga Aru berkaitan dengan terbatasnya jadwal pelayaran kapal yang saat ini hanya tersedia kurang lebih dua minggu sekali.
“Sehingga itu mungkin kami mintakan agar untuk transportasi ini ke depannya mungkin satu minggu sekali, supaya di Kepulauan Aru ini bisa menggunakan transportasi dengan lancar dan bisa membandingkan dengan daerah lain yang sudah punya transportasi lancar,” Ujar Ruswan.
Sebagai langkah konkret dalam membantu masyarakat, UPP Dobo juga mengonfirmasi adanya program mudik gratis pada angkutan Nataru 2027. Kabupaten Kepulauan Aru mendapatkan alokasi kuota sebanyak kurang lebih 1.500 penumpang.
Program ini nantinya akan memanfaatkan armada kapal milik PT Dharma Indah yang berlayar dari Ambon. Kuota sebesar 1.500 tersebut merupakan bagian dari alokasi khusus untuk wilayah timur Indonesia.
Kendati demikian, pihak UPP Dobo berharap agar penjadwalan kuota dan keberangkatan kapal ini nantinya tidak berpapasan dengan jadwal kapal PT PELNI. Hal ini bertujuan agar efektivitas pengangkutan optimal dan tidak ada kapasitas yang terbuang sia-sia, sehingga seluruh masyarakat di Kepulauan Aru yang ingin menggunakan transportasi laut dapat terakomodir dengan baik.
Antisipasi Arus Mudik dari Papua dan Penambahan ArmadaPihak UPP Dobo juga memberikan perhatian khusus pada lonjakan penumpang saat arus mudik maupun arus balik, terutama yang berasal dari wilayah Papua yang menyinggahi Pelabuhan Dobo.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, UPP Dobo telah menyiapkan langkah antisipatif dengan menggandeng kerja sama lintas daerah bersama Dinas Perhubungan dari wilayah Papua, seperti Merauke dan Pomako. Kerja sama ini mencakup skema deviasi atau pengalihan rute sementara kapal guna menghadapi lonjakan penumpang Nataru 2027.
Selain itu, UPP Dobo turut mengusulkan penambahan satu armada baru dari pihak swasta, yakni dari PT Dharma Indah, untuk disiagakan khusus di Pelabuhan Dobo. Di samping itu, kapal perintis Sabuk Nusantara 32 yang dikelola langsung oleh UPP Dobo juga akan dioptimalkan.
Nantinya, kemungkinan besar akan dilakukan deviasi rute antara Sabuk Nusantara 32 dengan armada Sabuk Nusantara yang berpangkalan di Merauke atau Pomako. Langkah integrasi ini diharapkan mampu memperluas aksesibilitas dan mengakomodir seluruh kebutuhan mobilitas penumpang di wilayah Kepulauan Aru ke depannya. (Maf-MS)










