Suppiori, Mafiaterkini- Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Supiori, Robeka Mansoben, menghadiri kegiatan Penguatan Kerja Sama antar Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan Kewenangan Provinsi yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana di Hotel Sapuri Sorendiweri, Kabupaten Supiori, Jumat (11/9/2026).
Usai menghadiri kegiatan tersebut, Robeka Mansoben yang ditemui wartawan media ini, menegaskan kesiapan Partai Gerindra dalam mendorong peran serta perempuan di panggung politik, khususnya memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan baik di struktur kepengurusan maupun dalam pencalonan legislatif.
Robeka mengungkapkan bahwa penyiapan kader perempuan produktif, terutama generasi muda, telah dilakukan sejak awal sebagai langkah strategis jangka panjang.
“Partai Gerindra sudah sangat siap. Saya sendiri tidak maju pada Pemilu 2024 lalu, karena mempersiapkan diri untuk 2029. Pemenuhan kuota 30 persen perempuan sudah saya kaderkan dari sekarang, khususnya anak-anak muda,” ujar Robeka saat ditemui awak media.
Menurutnya, pendidikan politik bagi generasi muda sangat penting agar mereka memahami pentingnya jalur politik dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat secara luas.
“Lewat dunia politik kita bisa meraih ruang strategis untuk memperjuangkan hak rakyat. Saya ingin anak-anak muda tidak hanya fokus menjadi ASN, tetapi berani terjun ke politik untuk memperjuangkan kepentingan yang lebih besar. Saya optimistis pada 2029 kader perempuan akan menduduki kursi di DPRK, dan saya pribadi siap bertarung di pesta demokrasi mendatang,” Tegasnya.
Meski demikian, Robeka menyadari adanya tantangan dalam pemenuhan kuota keterwakilan perempuan di tingkat kepengurusan partai, sesuai dengan regulasi terbaru yang mengatur struktur organisasi dari tingkat cabang hingga ranting.
Di Kabupaten Supiori, struktur Partai Gerindra membawahi 5 distrik (Pimpinan Anak Cabang/PAC) dan 38 kampung (Pimpinan Anak Ranting). Tantangan yang dihadapi adalah pemenuhan 30% pengurus perempuan.
“Tantangan utama saat ini ada pada pemenuhan 30 persen pengurus perempuan, karena aturan baru mewajibkan keterwakilan perempuan tidak hanya di pencalonan legislatif tetapi juga dalam kepengurusan DPC, PAC, hingga ranting. Saat turun ke lapangan, rekrutmen pengurus perempuan memang cukup menantang. Namun, kami terus bergerak aktif melakukan rekrutmen agar kuota tersebut terpenuhi,” Tutup Robeka. (Mafiaterkini-FN)












