Jar Garia, Mafiaterkini- Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Drs. Moh. Djumpa, M.Si., secara resmi membuka kegiatan penyaluran Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Kegiatan ini dipusatkan di Halaman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru Kamis 10/09/2026, dan merupakan penyaluran tahap kedua setelah sebelumnya sukses dilaksanakan pada tahun 2025.
Kegiatan penyaluran bantuan sosial dan pengobatan gratis ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain: Kepala Sentra Wasana Bahagia Ternate, Tri Budi Bahari Syam. Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Herman Gabriel Barends (mewakili Pimpinan DPRD). Kepala Dinas Sosial Kepulauan Aru, Tonci Kolyaan, S.Sos. Kabag Protokoler Setda Kepulauan Aru, Johan Karams. Camat Aru Utara, Ichsan Difinubun. Tokoh Agama, Pdt. Jhon Amos, M.Th.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Wasana Bahagia Ternate atas perhatian serta dukungan berkelanjutan bagi masyarakat Kepulauan Aru.
Rincian Bantuan dan Sasaran Penerima Bantuan Atensi yang disalurkan pada tahun ini bernilai total Rp.553.464.000. Dana tersebut dialokasikan untuk 258 penerima manfaat yang tersebar di 9 kecamatan di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, mencakup lanjut usia, penyandang disabilitas, anak terlantar, serta anak yatim piatu.

Moh. Djumpa dalam sambutannya, berharap Program seperti ini, dapat terus berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang, dengan jumlah penerima manfaat yang mungkin lebih banyak lagi. Karena, Kabupaten Kepulauan Aru, masih sangat tinggi angka kemiskinan di Provinsi Maluku.
Dikatakan, kepulauan Aru, memang memiliki potensi Sumber Daya Alam yang melimpah, tetapi masyarakatnya masih banyak yang tergolong di bawah garis kemiskinan, sehingga bantuan-bantuan seperti ini, diharapkan tetap ada dan terus bertambah dari Kementrian Sosial Republik Indonesia, melalui Sentra Wasana bahagia Ternate. “Meskipun Kepulauan Aru memiliki potensi Sumber Daya Alam yang melimpah, angka kemiskinan di daerah ini masih cukup tinggi di Provinsi Maluku. Karena itu, kami sangat berharap bantuan dari Kemensos ini dapat terus berlanjut dan bertambah jumlahnya di masa mendatang,” Ujar Moh. Djumpa.
Terdapat hal yang istimewa dalam penyaluran bantuan kali ini, dibanding tahun sebelumnya. Selain bantuan sosial reguler, Kemensos juga menyalurkan bantuan sembako untuk wirausaha yang secara khusus tidak untuk dikonsumsi, melainkan dijadikan sebagai modal usaha.
Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial nantinya akan mengawasi secara kontinyu, agar bantuan tersebut dapat diperdagangkan secara berkelanjutan guna mendongkrak pendapatan keluarga. Penggunaan bantuan ini juga nantinya akan dievaluasi langsung oleh Kementerian Sosial guna mempertimbangkan pemberian stimulus tambahan.
Dalam sambutan, Wakil Bupati mengingatkan agar masyarakat tidak menjadi terlalu konsumtif atau berpangku tangan hanya karena mengandalkan bantuan pemerintah. “Bantuan pemerintah sifatnya hanya sebagai stimulus atau rangsangan awal. Kebutuhan ekonomi dan biaya pendidikan keluarga terus meningkat dan tidak akan cukup jika hanya mengandalkan bantuan sosial. Masyarakat tetap memiliki kewajiban untuk bekerja keras, berkarya, dan mencari nafkah secara mandiri”. Tegas Moh. Djumpa
Melalui sinergi antara Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan dinas-dinas terkait lainnya, pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi serta mendorong masyarakat penerima bantuan wirausaha agar mandiri dan mampu keluar dari garis kemiskinan. (Maf-MS)











